Selamat Datang dan Terimakasih atas kunjungannya -> Kumpulan Informasi Purwodadi,Grobogan,Jawa Tengah dan Indonesia <- dikutip dari berbagai sumber media

PROSES PEMBUATAN BATU SPLIT DI PACITAN

/ On : 23.4.14/ INFO PURWODADI,GROBOGAN,JAWA TENGAH DAN INDONESIA
Batu split atau batu pecah sebagai bahan pembuat bangunan banyak diproduksi oleh masyarakat Kabupaten Pacitan, terutama oleh masyarakat di Kecamatan Arjosari. Memproduksi koral telah menjadi salah satu mata pencaharian penduduk karena bahan bakunya banyak tersedia. Seperti diketahui Kabupaten Pacitan dikelilingi oleh perbukitan dan dilalui sungai Grindulu yang mempunyai potensi besar akan bahan bangunan dan bahan galian non logam seperti batu bintang, batu kapur, manner, entonit, piro pallite, andesit, batu kalsit/onix, kaolin, pasir uruk, pasir/batu kerikil dan Iain-lain.

Untuk membantu meningkatkan pendapatan para pekerja atau masyarakat pembuat batu koral dan untuk meningkatkan pasokan batu koral, LIPI melalui Program Iptekda bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Brawijaya berusaha melakukan perbaikan proses produksinya. 

Perbaikan dilakukan dengan mengganti proses produksi yang selama ini dilakukan secara manual dengan mekanisasi. Proses produksi dan peralatan yang diperkenalkan bertujuan untuk meningkatkan volume produksi dari 5 meter kubik/hari menjadi 15 meter kubik/hari dengan tingkat penolakan yang lebih kecil dari 20% menjadi 5% serta dimensi ukuran koral yang lebih variatif dari 3/4 dan 4/5 menjadi masing-masing berukuran 1/1, 1/2, 2/3 dan 3/5.

Adapun proses produksi yang diperkenalkan selengkapnya adalah sebagai berikut.
1.Kerikil batu atau batu kali ditambang dari sungai dan dipisah-pisahkan berdasarkan ukurannya. 

2. Kerikil batu dan batu kali dikelompokkan berdasarkan ukurannya dan dapat dijual secara langsung.

3. Kerikil dan batu kali dapat diolah menjadi koral (batu split) yang dipecahkan dengan menggunakan mesin pemecah. 

4. Hasil pecahan ini kemudian dimasukkan/disortir di pengayak sehingga didapat koral dengan ukuran tertentu sebagaimana dikehendaki (1/1, 2/3, 3/5 dan 4/6). Dengan proses pemecahan dan penyortiran secara otomatis (dengan bantuan mesin pemecah dan pengayak) akan didapatkan ukuran dan bentuk koral yang seragam.

Proses produksi yang diperkenalkan ini, akan memberikan pula hasil sampingan berupa abu batu yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pasir.Adapun peralatan yang diperkenalkan untuk melaksanakan mekanisasi terdiri dari 2 macam alat, yaitu mesin pemecah batu dan mesin pengaduk dan pengayak yang dibuat oleh bengkel TekMek, Fakultas Teknik Unibraw.Mesin pemecah batu berdimensi 250X110X125 cm kubik digerakkan oleh mesin diesel 22 HP berkemampuan giling 2 meter kubik per jam

Mesin pengaduk dan pengayak yang diperkenalkan adalah seperti terlihat, Mesin pengaduk dan pengayak ini juga dibuat di bengkel TekMek FT Unibraw dengan dimensi 120 X 80 X 100 cm. Adapun kapasitasnya 1,5 meter kubik setiap jam.Dengan diperkenalkannya proses mekanisasi produksi koral ini diharapkan dapat terjadi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi koral sehingga perluasan segmen dan peluang pasar dapat terjadi masyarakat Pacitan.
Sumber:
http://www.iptekda.lipi.go.id/root/buletin_detail.asp?Berita_id=116








0 komentar:

Post a Comment

PROMOSI DI HALAMAN UTAMA LINGKAR PURWODADI GROBOGAN CUKUP ISI KOLOM KOMENTAR ( FREE)

Widget edited by pancasila civil community

Alat Ukur Digital Murah Berkwalitas

Timbangan Digital Best Seller

PLR TIKTOK MARKETING TERHITS

Panduan Program Hamil

Panduan Program Hamil
Dr Rosdiana Ramli Spog

Cara Merawat Bayi Lengkap

Cara Merawat Bayi Lengkap
Panduan Merawat Bayi Usia 0 - 5 Tahun