Selamat Datang dan Terimakasih atas kunjungannya -> Kumpulan Informasi Purwodadi,Grobogan,Jawa Tengah dan Indonesia <- dikutip dari berbagai sumber media

KABUPATEN GROBOGAN PERNAH DI TEMPATI LELUHUR BUNG KARNO

/ On : 18.4.14/ INFO PURWODADI,GROBOGAN,JAWA TENGAH DAN INDONESIA
Leluhur Bung Karno pernah tinggal dan menetap di Grobogan, tepatnya  di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari.

Bagaimana ceritanya ?

Awalnya bermula ketika Raden Mangoendiwirjo menjadi Wedana Pamajekan di Wirosari Kabupaten Grobogan. Di Wirosari itu, Raden Mangoendiwirjo kawin dengan putri setempat. Mereka menurunkan 8 putra dan seorang putri, di antaranya adalah RADEN DANOWIEKROMO (diperkirakan lahir tahun 1804). Jadi, saat perang Diponegoro meletus, Danoewikromo sudah merupakan pemuda yang berumur 20 tahun. Ia pun dikabarkan turut berperang memimpin pemuda sebayanya di Desa Kalirejo, Wirosari.

Setelah perang usai, ia kembali ke daerahnya dan menyunting seorang putri di Wirosari. Hasil perkawinan itu menghasilkan empat putra dan seorang putri, yakni: Raden Kromoatmojo, Raden Soemodiwirjo, Raden Mangoendiwirjo, Raden Nganten Kartodiwirjo dan si bungsu, RADEN HARDJODIKROMO yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakek Bung Karno.

Setelah menginjak dewasa, Raden Hardjodikromo (lahir kurang lebih tahun 1840) menjadi carik (juru tulis) di Desa Kalirejo, Wirosari, sementara kakaknya Raden Mangoendiwirjo menjadi lurahnya. Mereka berdua menggantikan para pamong desa sebelumnya yang telah lanjut usia. Tentu saja, jabatan pamong desa itu bukan hal yang sulit diperoleh, karena kakek mereka adalah tokoh di Kawedanan Wirosari dan ayah mereka prajurit pengikut setia Pangeran Diponegoro yang dihormati.Dalam perjalanannya, di masa tanam paksa pemerintah kolonial di tanah Jawa akibat kekalahan Diponegoro, Raden Hardjodikromo berniat melepas jabatannya sebagai carik Kalirejo. Kira-kira setahun setelah kelahiran putra ketiganya, yakni RADEN SOEKENI SOSRODIHARJO yang tak lain adalah ayah Bung Karno (sekitar tahun 1873), Raden Hardjodikromo memantapkan hati melepas jabatannya sebagai carik dan berniat pindah ke kota lain.

Tulungagung akhirnya menjadi tujuan kepindahannya. Di kota itu tinggal kakaknya yang diperistri seorang mantri guru. Di Tulungagung, kehidupan Raden Hardjodikromo membaik. Ia menjadi pedagang batik, selanjutnya membuka industri kerajinan batik di rumahnya.Kondisi ekonomi yang cukup baik, membuka jalan bagi RADEN SOEKENI SOSRODIHARDJO untuk menggapai cita-cita sebagai seorang guru. Saat itu guru merupakan profesi yang dihormati, baik oleh masyarakat maupun pemerintah kolonial.

Selepas masa sekolah rendah tahun 1885, Raden Soekeni memasuki Kweekschool (sekolah guru) di Probolinggo. Pada tahun 1889, Raden Soekeni lulus dari Kweekschool dengan memuaskan. Kemudian ia diangkat menjadi guru di kota Kraksaan, Kabupaten Lumajang, Karesidenan Besuki, Jawa Timur.Tahun 1891, Raden Soekeni menerima tawaran untuk mengajar pada sekolah rakyat di Singaraja, Bali. Di Pulau Dewata itulah, Raden Soekeni menyemai cinta dan menemukan pendamping hidup seorang gadis Bali bernama Idayu atau Ni Nyoman Rai Sarimben, yang kelak kita mengenalnya sebagai ibunda tercinta dari Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.
sumber:m.kompasiana.com

0 komentar:

Post a Comment

PROMOSI DI HALAMAN UTAMA LINGKAR PURWODADI GROBOGAN CUKUP ISI KOLOM KOMENTAR ( FREE)

Widget edited by pancasila civil community

Alat Ukur Digital Murah Berkwalitas

Timbangan Digital Best Seller

PLR TIKTOK MARKETING TERHITS

Panduan Program Hamil

Panduan Program Hamil
Dr Rosdiana Ramli Spog

Cara Merawat Bayi Lengkap

Cara Merawat Bayi Lengkap
Panduan Merawat Bayi Usia 0 - 5 Tahun